Rute Perjalanan Dan Transportasi Raja Ampat

/

Pada umumnya, Penyedia paket wisata raja ampat menggunakan transportasi laut untuk menempuh rute perjalanan menuju ke tempat-tempat wisata di kepulauan Raja Ampat. Para wisatawan domestik maupun wisatawan asing yang ingin berkunjung ke wisata Raja Ampat  harus menempuh perjalanan melalui udara menuju ke bandar udara Domine Eduard  Osok di Sorong, Papua Barat. Namun bandara di Sorong ini tidak memiliki jalur untuk penerbangan internasional. Jadi para wisatawan asing yang berasal dari luar negeri jika ingin berkunjung ke Raja Ampat harus melakukan transit terlebih dahulu di Jakarta, Denpasar, Surabaya atau di Makassar. Namun apabila jika ingin menempuh jalur yang lebih pendek anda dapat melakukan transit di Ujung Pandang yang memakan waktu kurang lebih 5 jam lewat 15 menit untuk sampai ke kota Sorong, Papua.

Setelah sampai di kota Sorong maka perjalanan akan dilanjutkan ke pelabuhan rakyat untuk menuju ke ibu kota Raja Ampat. Transportasi Raja Ampat yang dapat digunakan dari bandar udara ke pelabuhan adalah dengan menggunakan kendaraan taksi. Dari pelabuhan kita dapat menggunakan kapal ferry atau bisa juga dengan menyewa speed boat. Di pelabuhan tersebut hanya ada dua kapal ferry yang melayani jalur dari kota Sorong ke Waisai yang merupakan ibu kota Raja Ampat. Lama perjalanan dari kota Sorong adalah sekitar 4 sampai 5 jam. Kapal ferry yang pertama biasanya berangkat tiap pukul 14.00 WIT kemudian disusul kapal selanjutnya setelah 1 atau 2 jam kemudian. Disarankan anda sebaiknya membawa perbekalan makanan dan minuman sendiri karena harga makanan dan minuman di kota Waisai semakin mahal.

Selain menggunakan kapal ferry anda juga bisa menggunakan transportasi Raja Ampat lainnya seperti seperti speed boat. Jika anda ingin menyewa speed boat untuk menyeberang dari kota Sorong ke Waisai sebaiknya perhatikan kapan waktu yang tepat untuk menyeberang. Waktu yang ideal adalah ketika sebelum air laut naik yang diakibatkan oleh gelombang pasang yaitu sebelum jam 12.00 WIT. Hal ini dikarenakan ukuran speed boat yang lebih kecil dibandingkan kapal ferry dapat terguncang oleh gelombang laut. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah cuaca, jika cuaca sedang buruk maka anda tidak dapat melanjutkan perjalanan ke pelabuhan Waisai. Jika anda sudah sampai ke pelabuhan Waisai, selanjutnya anda dapat melakukan perjalanan ke kota. Di sana anda bisa dengan mudah mencari penginapan untuk anda bermalam di Raja Ampat. Tetapi sebelum itu anda harus mendatangi kantor Depbudpar atau Departemen Kebudayaan dan Pariwisata untuk melakukan pembayaran biaya konservasi. Biaya konservasi ini bersifat wajib bagi setip wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat. Biaya konservasi sebesar 500 ribu untuk wisatawan dalam negeri dan 1 juta untuk wisatawan asing.