Mengapa Nabi Yahya Melarang Pernikahan Raja Hirodus ? Ini Alasannya

/

Yahya bin Zakaria, Ya Nabi Yahya AS merupakan anak dari Nabi Zakaria AS. Nabi Yahya AS merupakan seorang yang bertakwa dan dikaruniai ilmu serta kebijaksanaan oleh Allah SWT sedari usia anak-anak. Nabi Yahya AS sangat berbakti kepada orang tuanya dan sebagai Rasul Allah beliau memiliki keempat sifat utama, yaitu: Sidiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan) dan Fathonah (cerdas).

Pada periode kenabian beliau, ada seorang Raja yang telah tua renta dan berniat mengkawini anak tirinya. Nabi Yahya AS melarang rencana perkawinan itu, karena Allah SWT mengharamkan pernikahan antara seorang Ayah dengan anak tirinya. Raja itu jadi menjadi geram, lalu memerintahkan pasukannya memenggal Nabi Yahya AS.

Dalam Al-Qur'an Nabi Yahya termasuk yang sedikit dirinci kisah hidupnya, cuman diterangkan kalau beliau memiliki kebijaksanaan dan pengetahuan sedari usia kanak-kanak. Beliau hormat ke orang tuanya, dan tidak tinggi hati lagi durhaka.

Beliau dikenal sebagai utusan Allah dan penjaga syari’at Taurat untuk kaum Bani Israil. Beliau berani memutuskan perkara halal haram tanpa takut ancaman penguasa ataupun celaan kaumnya. Beliau selalu mengajak kaumnya bertobat dan menyuruh mereka agar menta’ati segala yang sudah Allah SWT gariskan di kitab Taurat.

Cerita Nabi Yahya AS tidak berbeda jauh dengan cerita Nabi Zakaria, di mana Nabi Zakaria diperintahkan berdakwah di saat kondisi kaumnya kacau balau, penuh penyimpangan dan kemaksiatan. Bahkan bukan hanya kaumnya yang membangkang, penguasa saat itu juga sama parahnya dengan kaumnya. Raja Hirodus (Herodes), yang menjadi penguasa Palestina saat, merupakan Raja lalim yang bergelimang maksiat. Dialah aktor utama atas terbunuhnya ayahanda Nabi Yahya (Nabi Zakaria) dan Nabi Yahya itu sendiri.

Kelahiran Nabi Yahya AS

Nabi Zakaria menyeru kaumnya menyembah Allah dan mengingatkan mereka akan adzab Allah jika tidak bertaubat dari segala kemungkaran. Walau telah tua renta dan rambutnya dipenuhi ubah, beliau masih terus berdakwah menyeru kaumnya tanpa kenal lelah. Disamping itu, Nabi Zakaria tidak berputus asa memohon kepada Allah SWT supaya dianugerahi keturunan untuk meneruskan perjuangan dakwahnya.

Kisah ini tercantum dalam firman Allah QS. Maryam Ayat 4-7, di mana Nabi Zakaria meminta memiliki seorang putra sebagai penerus pengemban risalah dan Allah merestui do'a Nabi Zakaria dengan lahirnya seorang putra dari istrinya (yang juga telah berusia) tua. Selanjutnya anak itu dinamakan Yahya.

Nabi Yahya AS dilahirkan 3 bulan sebelum kelahiran Nabi Isa AS. Beliau selanjutnya dibesarkan dan dididik oleh Nabi Zakaria sendiri dengan kebaikan dan ketakwaan, seperti dikisahkan lewat firman Allah di QS. Maryam Ayat 12. Semenjak kecil, Allah sudah memberikannya pengetahuan dan kebijaksanaa. Ini semua Allah SWT persiapkan untuk menjadikan beliau sebagai seorang Rasul kelak.

Mengapa Nabi Yahya Melarang Pernikahan Raja Hirodus

Ini Alasan Mengapa Nabi Yahya Melarang Pernikahan Raja Hirodus (Herodes)

Nabi Yahya populer dengan karakternya yang tegas, kuat namun halus, penuh kasih sayang kepada kaumnya. Nabi Yahya juga terkenal sebagai pribadi yang bersih, sederhana dan zuhud. Disamping itu, beliau diketahui banyak menangis karena takwanya kepada Allah SWT.

Nabi Yahya wafat karena dibunuh. Ini diceritakan pada sebuah kisah jika pada jaman itu, penguasa Palestina, Raja Hirodus ingin menikah dengan wanita yang tidak halal untuknya. Wanita itu namanya Herodia yang tidak lain dan tidak bukan merupakan anak tirinya sendiri.

Keelokan paras dan keindahan tubuh Herodia yang amat menarik, membutakan akal sehat Heridus. Tanpa malu, si Raja zhalim tersebut berniat menikahinya. Saat mengetahui informasi itu, Nabi Yahya mengeluarkan fatwa yang melarang pernikahan itu dan mengumumkan keharaman pernikahan ini ke khalayak ramai. Karena menurut syari'at yang tercantum dalam Taurat, menikah dengan anak tiri sendiri merupakan jenis pernikahan yang diharamkan.

Baca Juga: Ayat-Ayat Tentang Pernikahan

Terbunuhnya Nabi Yahya AS Oleh Raja Hirodus

Fatwa Nabi Yahya AS ini pun segera tersebar kemana-mana. Merasa rencana pernikahannya dengan sang Raja terancam oleh fatwa Nabi Yahya AS, Herodia marah dan berniat membunuh Nabi Yahya. Untuk menjalankan misinya, Herodia bersolek menjumpai Raja Hirodus (ayat tirinya) yang tidak lain juga calon suaminya dengan muka berseri-seri dan memikat.

Raja Hirodus selanjutnya menanyakan, ada apa gerangan Herodia mendatanginya "Apa kamu inginkan wahai calon istriku?"

Herodia pun mengatakan, "Bila paduka Raja sudi, saya mohon agar Raja memenggal kepala Nabi Yahya." Ia berdalih, hal ini untuk membekap fatwa Nabi Yahya AS yang melarang rencana pernihannya dengan Raja Hirodus. Ya, Herodia minta Nabi Yahya AS untuk dihabisi.

Tanpa pikir panjang, raja Hirodus langsung merestui keinginan calon istrinya itu dengan mengutus pasukan untuk menangkap Nabi Yahya AS dan memenjarakannya. Di mana kemudian di penjara, Nabi Yahya AS dibunuh dengan dipotong kepalanya.

Begitu cerita Nabi Yahya AS yang wafat karena menantang kebatilan, melarang pernikahan Raja Hirodus dengan anak tirinya.