Jenis-jenis Operasi atau Bedah Batu Ginjal, Kapan Perlu Dilakukan?

/

Bedah batu ginjal merupakan salah satu tindakan medis untuk pasien yang menderita kencing batu dimana prosesnya adalah mengeluarkan gumpalan atau mineral yang mengkristal. Untuk prosedur tersebut, ada beragam teknik karena bisa dilakukan tergantung keparahan atau ukuran batu.

Semua prosedur bedah tentu saja tergantung pada tingkat penyumbatan di dalam ginjal namun selalu diupayakan untuk minim sayatan. Bahkan jika batu ginjal atau nefrolitiasis tersebut masih pada tahap ringan, pasien dianjurkan mengonsumsi obat-obatan saja tanpa melakukan tindakan bedah.

Kamu pun bisa meminimalisir terjadinya pembentukan batu atau pengkristalan mineral dan garam di dalam ginjal dengan lebih banyak mengonsumsi air putih dan mengurangi makanan tinggi garam. Kamu juga perlu berhati-hati karena obesitas juga salah satu penyebab munculnya nefrolitiasis tersebut.

Kapan Bedah Batu Ginjal Harus Dilakukan

Sebelumnya kamu perlu mengetahui gejala-gejala yang akan dialami oleh penderita nefrolitiasis yaitu rasa sakit di bagian punggung, pinggang dan perut, sakit saat hendak kencing atau buang air, urine berwarna lebih keruh atau coklat dan lebih sering buang air kecil seperti anyang-anyangan.

Jika ditanya kapan harus melakukan tindakan medis seperti operasi, semua tergantung pada ukuran batu ginjal atau biasa yang dikenal dengan istilah kencing batu tersebut. Biasanya nefrolitiasis yang berukuran besar sangat menimbulkan ketidaknyamanan karena menyumbat aliran urine.

Ketika nefrolitiasis sudah membesar maka tidak hanya obat-obatan saja yang akan diberikan oleh dokter urologi namun juga disarankan melakukan tindakan operasi. Tindakan bedah tersebut sangat diperlukan terutama untuk penderita kencing batu yang sudah parah bahkan bisa menyebabkan komplikasi.

Untuk tingkat keparahan sedang, bedah batu ginjal yang sering digunakan adalah extracorporeal shock wave lithotripsy yang memecahkan batu dengan gelombang kejut. Terapi ini biasanya difungsikan untuk menghancurkan nefrolitiasis dengan ukuran tidak lebih dari 2 cm namun lebih dari itu ada tindakan medis lainnya.

Apa Saja Jenis Operasi Nefrolitiasis

Selain melalui prosedur extracorporeal shock wave lithotripsy, ada beberapa jenis atau teknik operasi yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini. Yang paling umum adalah sistoskopi di mana tujuannya mengambil batu yang menjadi penyebab penyumbatan, nantinya pasien akan dibius atau diberi anestesi sebelum bedah.

Saat anestesi bekerja maka pihat alat yang menyerupai selang tersebut atau stetoskop tersebut mulai difungsikan. Alat tersebut akan mengambil batu yang menyumbat lalu ada juga ureteroskopi dengan langkah pengerjaan sama dengan sistem sistoskopi. Dokter akan memberikan anastesi terlebih dahulu lalu memasukkan alat ureteroskopi.

Ada juga bedah terbuka di mana teknik ini ini sudah jarang dilakukan, namun merupakan salah satu pilihan ketika batu ginjal berukuran sangat besar. Bedah kencing batu terbuka biasanya dilakukan ketika nefrolitiasis sulit dikeluarkan dengan beragam metode bedah yang sudah disebutkan diatas.

Operasi kencing batu terbuka juga bisa menjadi pilihan lain ketika nefrolitiasis membuat penderita mengalami nyeri luar biasa dan ukuran batu yang lebih besar, jadi memang difungsikan untuk kencing batu yang sudah parah seperti terjadi pendarahan atau infeksi hingga kolik renal atau nyeri berat.

Bedah terbuka ini tentu saja menggunakan anastesi seperti proses operasi lainnya kemudian bagian punggung penderita digunakan sebagai tempat mengeluarkan batu. Pihak medis akan membuat sebuah sayatan di bagian punggung pasien, cara ini adalah cara terakhir dan cukup ekstrim.

Itulah mengapa disarankan untuk lebih menjaga kesehatan dengan banyak minum air putih untuk mencegah terjadinya kerusakan ginjal. Kamu juga perlu sadar risiko obesitas karena ketika kencing batu semakin parah, mau tidak mau harus melakukan tindakan bedah batu ginjal.

Referensi: untuk membaca tentang batu ginjal, silahkan klik disini