Contoh Laporan Keuangan Konsolidasi

/

Bagi Anda yang mengaku anak Akuntansi, pasti tidak asing dengan yang namanya laporan keuangan konsolidasi. Segala hal yang berbau keuangan pastinya yang lebih ahli dalam mengerjakannya adalah anak jurusan Akuntansi. Bagi Anda yang masih bingung dengan susunan laporannya, berikut adalah contoh laporan keuangan konsolidasi.

Dengan melihat contoh laporan keuangan konsolidasi, maka Anda bisa memastikan apa saja format yang diperlukan dalam sebuah laporan. Untuk lebih jelasnya simak ulasan mengenai laporan keuangan konsolidasi di bawah ini.

 Pengertian Konsolidasi Perusahaan

Contoh Laporan Keuangan Konsolidasi

Sebagaimana yang tertulis dalam Pasal 1 angka 10 UU RI Nomor 40 Tahun 2007, konsolidasi keuangan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua perseroan terbatas (PT) atau lebih. Konsolidasi dilakukan untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan satu PT yang baru.

Pendirian satu PT ini dilakukan karena hukum memperoleh akitva dan pasiva dari PT yang telah meleburkan diri. Sementara itu status badan hukum PT yang meleburkan diripun berakhir karena hukum.

Adapun konsolidasi atau bisa juga disebut dengan peleburan menurut Pasal 1 angka PP Nomor 27 Tahun 1998 adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua PT atau lebih untuk meleburkan diri.

Konsolidasi ini dilakukan  dengan cara membentuk satu PT baru dan masing-masing PT  yang meleburkan diri menjadi bubar.

Komponen dalam Susunan Laporan Keuangan

Sebuah laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi untuk induk PT dan satu atau lebih anak PT disebut dengan Laporan Keuangan Konsolidasi (LKK).

LKK disusun apabila salah satu PT ingin bergabung dan ia memiliki kontrol terhadap PT lainnya. Sebaliknya, LKK tidak diperlukan apabila satu PT tidak memiliki kontrol terhadap perusahaan lainnya.

Artinya adalah jika PT tidak memiliki hak kendali yang lebih, maka perusahaan tersebut disebut dengan badan usaha yang mandiri. Jika perusahaan itu sifatnya mandiri maka masing-masing PT akan membuat laporan keuangannya sendiri-sendiri dan tidak perlu digabung atau perlu membuat LKK

Sementara itu LKK disusun untuk memberikan gambaran yang obyektif dan sesuai realitas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu perusahaan atau economic entity. Gambaran  economic entity ini terdiri atas sejumlah perusahaan yang memiliki hubungan istimewa.

Perlu diwaspadai bahwa penyusunan LKK tidak boleh menyesatkan pihak-pihak yang berkepentingan. LKK haruslah didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi yang terjadi. Ketika hendak menyusun LKK, laporan keuangan bank dan anak perusahaan digabungkan satu persatu. Caranya adalah dengan menjumlahkan unsur-unsur yang sejenis dari asset, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban perusahaan.

Langkah-langkah penyajian informasi dalam LKK :

  1. Antara induk perusahaan dan anak perusahaan harus mengeliminasi transaksi dan saldo resiprokal
  2. Transaksi yang timbul antara bank dan anak perusahaan harus mengeliminasi keuntungan dan kerugian yang belum direalialisasi
  3. Demi tujuan konsolidasi maka tanggal laporan keuangan anak perusahaan harus disesuaikan dengan tanggal laporan keuangan bank. Jika tanggal laporan keuangan berbeda, maka LKK per tanggal laporan keuangan bank masih dapat dilakukan dengan syarat :
  • Perbedaan tanggal pelaporan tidak melebihi 3 bulan
  • Transaksi material yang terjadi antara tanggal pelaporan tersebut diungkapkan dalam catatan atas LKK.
  1. Penyusunan LKK harus menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi, yang sama atau sejenis.
  2. Dalam menyusun neraca konsolidasi antara kewajiban dan modal haruslah menyajikan hak minoritas yang disusun tersendiri. Sementara itu dalam menyusun laporan laba rugi konsolidasi, sajikan pula hak minoritas dalam laba.

Manfaat LKK         

  1. Demi kepentingan jangka panjang anak perusahaan terhadap induk.
  2. Memberikan informasi aktual bagi manajemen induk perusahaan atas kinerja grup dari anak perusahaan.
  3. Untuk Kepentingan informasi pihak luar.

Keterbatasan dalam LKK

  1. Kinerja keuangan anggota perusahaan yang tidak bagus akan tertutupi
  2. Rasio keuangan tidak mencerminkan rasio keuangan perusahaan
  3. Ketidaktepatan penyusunan rekening akuntansi seluruh perusahaan
  4. Kekurang lengkapan catatan laporan keuangan perusahaan individu

Teknik Penyusunan LKK

Dalam menyusun LKK Laporan Keuangan Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan harus menggabungkan satu persatu laporan dengan menuliskan unsur-unsur dalam laporan keuangan yang sejenis yaitu

  1. Aktiva
  2. Kewajiban
  3. Ekuitas
  4. Pendapatan dan Beban

Prosedur Penyusunan LKK

  1. Siapkanlah  kertas kerja penyusunan LKK.
  2. Masukkanlah laporan keuangan dari mulai laporan laba rugi, laporan laba ditahan dan neraca dari masing-masing perusahaan induk dan anak perusahaan. Tulis dalam  kolomnya masing-masing.
  3. Jika Anda salah dalam menyusun laporan keuangan induk atau anak maka perlu dibuatkan jurnal penyesuaian. Pada umumnya kesalahan yang biasa dilakukan adalah adanya koreksi pencatatan investasi dengan metode biaya dikonversi ke metode ekuitas, maka caranya adalah postinglah ke buku besar perusahaan induk atau anak.
  4. Masukkanlah jurnal eliminasi dalam kertas kerja
  5. Eliminasilah laba atau rugi antar perusahaan. Laba atau rugi yang dimaksud adalah laba rugi anak perusahaan yang telah diakui dalam laporan laba-rugi perusahaan induk. Eliminasilah pula dividen anak perusahaan yang telah dicatat pada saat perusahaan induk menerima dividen dari anak perusahaan.

Contoh Laporan Konsolidasi Keuangan

Pendapatan yang didapatkan dari perusahaan anak………………xxx

            Diividen………………………………………………. xxx

               Investasi yang dikeluarkan pada perusahaan anak……………..    xxx

Penyesuaian untuk mencatat hak minoritas dalam laba dan dividen perusahaan anak.

Beban pada hak minoritas………………………………   xxx

            Dividen………………………………………………   xxx

            Hak minoritas……………………………………..  xxx

Eliminasilah akun resiprokal. Apa itu akun resiprokal? Akun itu adalah akun investasi pada perusahaan anak di neraca induk dan akun ekuitas (di neraca anak) dikalikan dengan persentase kepemilikan induk.

Apabila  NW dari akun investasi pada perusahaan anak = NB dari akun ekuitas, maka

Modal saham………………………………………….  xxx

Tambahan modal (jika ada)……………………..  xxx

Laba ditahan…………………………………………..  xxx

Investasi pada perusahaan anak……………………………   xxx

Hak monoritas (% kepemilikan x total ekuitas)……..  xxx

Jika NW dari akun investasi pada perusahaan anak > < NB dari akun ekuitas, maka :

Modal saham………………………………………….  xxx

Tambahan modal (jika ada)……………………..  xxx

Laba ditahan…………………………………………..  xxx

Alokasi kelebihan …………………………………..  xxx

Investasi pada perusahaan anak…………………………   xxx

Hak minoritas (% kepemilikan x total ekuitas)…..  xxx

Dalam penyusunan LKK antara Induk Perusahaan dan Anak Perusahaan bisa menggunakan dua metode yang biasa digunakan yakni :

1. Metode Ekuitas (Equity Method)

Konsep dasar dari metode ekuitas adalah memandang investasi dari Induk Perusahaan terhadap Anak Perusahaan sebagai modal. Maka dari itu jika kegiatan operasionalnya berubah maka aktiva bersih Anak Perusahaanpun berubah dan secara otomatis akan mempengaruhi perubahan pada nilai investasi induk Perusahaan.

2. Metode Harga Perolehan (Cost Method)

Konsep dasar dari Cost Method ini adalah mencatat investasi saham-saham milik anak perusahaan. Hanya dividen atas saham-saham yang telah dibagikan oleh anak perusahaanlah yang diakui sebagi pendapatan  Induk Perusahaan.

Adapun laba atau rugi atas kepemilikan saham hanya timbul jika sebagian atau seluruh jumlah saham yang dijual.

Seperti itulah ulasan mengenai contoh laporan keuangan konsolidasi. Sebagaimana yang tertera di website Academic Indonesia. Semoga bermanfaat.